Aku Baru Sadar

Aku baru sadar,
ternyata aku terlalu banyak bicara.
Aku terlalu keras bermimpi.
Hanya bermimpi.

Aku menjanjikan mu kebahagiaan di masa depan.
Tapi apa yang kini aku lakukan?
Aku bahkan tidak lebih hebat dari mu.


Aku tidak tahu sampai kapan kau akan mampu bertahan menemani perjuangan hidup ku.
Berjalan, terus berjalan mengarungi padang tandus kehidupan.

Ibarat ibu Fatmawati, kau hadir dalam hidup ku untuk membantuku menjahit bendera Pusaka.
Bendera yang akhirnya kita kibarkan bersama di hari bahagia.
Mungkin kau juga seperti Ainun yang selalu menemani Habibie berhijrah.
Tapi Aku? Aku tidak seperti Soekarno yang berjuang mati-matian demi kemerdekaan.
Aku juga tidak bisa seperti Habibie yang dengan kecerdasannya meraih impian-impiannya.

Aku bahkan tidak sadar bahwa aku telah banyak menyakiti mu.
Lengah tak memberikan mu perhatian.
Hingga akhirnya tangisan mu menyadarkan ku,
bahwa aku telah kehilangan diri ku.
Dan mungkin, tak lama lagi aku pun akan kehilangan mu.

Aku lihat wajah mu pucat,
bibir mu mengering.
Dan aku? Aku bahkan aku tidak membawakan air untuk menyejukan mu.

Di luar sana,
puluhan pria beramai-ramai, datang untuk memberikan air, memberimu kesejukkan.
Tapi kau tetap menggenggam tanganku,
berharap aku yang memberikan mu air. Bukan mereka.
Nyatanya?
Aku bahkan tidak sadar bahwa kau sedang kehausan.
Aku terlalu sibuk dengan sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak tahu apa itu.

Semoga aku tidak benar-benar terlambat menyadari semua ini.
Agar aku masih bisa menyirami hati mu yang mulai layu.

-Al Muh-




Aku Baru Sadar Aku Baru Sadar Reviewed by Al Muh on 11.08.00 Rating: 5

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.