Aku yang dulu Kau sebut Pecundang

Hei,
Apa kabar mu?

Sepertinya kau tidak terlihat dalam keadaan baik.
Semoga aku salah lihat.

Masih ingat aku?

















Pasti kamu masih ingat aku dengan jelas.
Meski dulu saat kita masih bersama kamu tak pernah ingat aku.

Iya, aku, yang dulu Kau sebut Pecundang.
Aku, yang dulu selalu kau bandingkan dengannya.
Aku, yang dulu kau anggap tak mampu apa-apa.
Aku, yang dulu kau sebut pemimpi siang bolong.
Aku, yang dulu kau tinggalkan tanpa sedikitpun menoreh ku.

Aku masih ingat itu. Ya, Aku masih ingat,

Mana yang dulu kamu bilang dia lebih baik dari ku?
Dia tak bersama mu lagi?
Apa dia melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan kepada ku?
Mencampakkan mu?

Kenapa?
Kamu malu kepada ku?
Tak perlu malu, apa lagi meminta maaf.
Karena aku tak menyimpan dendam kepada mu.

Aku justru bahagia.
Terlepas dari mu.

Jika dulu kau tak meninggalkan aku,
Mungkin saat ini aku masih jadi pecundang.
Karena aku harus selalu meluangkan waktu ku untuk mu.
Aku harus menuruti semua mau mu.
Aku harus mengantar-jemput mu seperti ojek, tapi tak pernah kamu bayar.
Aku harus mengorbankan diri ku sendiri.
Aku harus mengorbankan pendidikan ku. Pekerjaan ku.
Aku harus mengorbankan semua impian ku.

Bahkan kau bilang;
"Kamu kebanyakan Ngehayal. Kebanyakan dengerin Motivator."

Sekarang Pecundang yang selalu bermimpi itu ada di hadapan mu.
Lihat Aku.
Dan semua keajaiban yang terjadi pada ku.

Sekarang siapa yang pecundang?

-Al Muh-

Aku yang dulu Kau sebut Pecundang Aku yang dulu Kau sebut Pecundang Reviewed by Al Muh on 12.21.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.