Yang Terbaik

Hari yang cerah, tapi bisa dibilang hari yang kurang beruntung bagi para pencari keberuntungan. Sayangnya aku bukan pencari keberuntungan. Jadi semua hari menurutku adalah hari baik.
Pukul 07:31 aku sudah sampai di kantor. Rupanya aku bukan jadi yang pertama datang, karena menejerku sudah lebih dulu datang. Usut punya usut rumah beliau memang tidak jauh dari kantor.

“Lu beneran gak bisa ikut ke Aceh?”
“Iya pak, perlengkapannya belum lengkap.”
“Lha kan udah gue bilang kemaren jauh-jauh hari lu ajuin dananya terus beli alat-alat yang lu butuhin buat acara itu.”

Hah, aku gak mau berdebat. Meskipun aku agak sebal. Karena aku cuma di kasih waktu 3 hari saja untuk menyiarkan secara langsung acara besar di Banda Aceh. Aku lebih memilih diam.

“Tapi bukan karena lu gak mau ke Aceh kan Al?” Tegas pak menejer.
“Enggak kok pak, saya malah mau banget kesana.”
“Ah elu, lain kali harus disiapkan dengan matang.” Kata pak menejer. “Kalau-kalau ada acara seperti ini lagi jadi sudah siap semua.”

Si bapak menejer gak tahu kalau aku sudah lembur kemarin sore karena menyiapkan semua yang dibutuhin buat acara itu. Ya sudahlah, biar Tuhan saja yang tahu.

Padahal hari ini adalah hari ulang tahun ku. Bukan ucapan selamat atau do’a yang aku dapat pagi-pagi, tapi malah semprotan dari menejer. Tak apalah, jangan cengeng. Aku akan mulai bersiap-siap kerja kembali.

Ulang tahun kali ini terasa begitu sepi, karena tak ada satu orangpun yang mengucapkan selamat kepada ku. Itu mungkin karena aku menyembunyikan informasi mengenai tanggal kelahiran ku di facebook dua hari sebelumnya. Jadi tak ada yang ingat. Selama ini ternyata bukan mereka perhatian kepada ku, tapi karena ada facebook yang memberi tahu mereka kapan aku ulang tahun.

Hari sudah hampir siang, tak ada satupun ucapan selamat untuk ku. Termasuk dari pacar ku. Gak tau kenapa dia bisa tidak ingat. Bukan hanya tidak ingat tapi dia juga sangat sibuk. Sampai-sampai Whatsapp ku baru dia balas sore.

“Hari ini ada acara gak? Aku mau ngajak kamu makan.” Tanya ku.
“Duh, maaf ya hari ini aku ada acara.”
“Sama siapa?”
“Sama temen.” Kata pacar ku. “Dia nawarin usaha baru.”
“Hm, ya sudah kalau gitu aku makan sama Krisna aja deh.”
“Iya, maaf ya, aku gak bisa nemenin kamu.”
“Iya gak apa-apa kok. Aku sama Krisna aja nanti.”
“Iya maaf ya.”

Gak biasanya dia nolak ajakan ku. Biasanya dia paling semangat kalau aku ajak ketemuan. Kemudian aku menghubungi sahabat ku Krisna untuk mengajaknya makan nanti malam. Untungnya dia mau. Jadi aku tidak terlalu kecewa. Aku juga mengajak Ikin dan Abay untuk bergabung. Irpan juga.

Sudah pukul 05:00 sore. Aku bersiap berangkat ke tempat makan tempat kami janjian. Tapi ternyata mereka belum pulang kantor. Sebagian terjebak macet karena kantornya berada di pusat kota. Akhirnya aku memutuskan untuk sholat magrib dulu di kantor. Setelah sholat aku berangkat ke tempat makan itu.
Tiba-tiba pacar ku sms.
“Kamu jadi makan-makan sama teman mu?”
“Iya, jadi. Ini baru mau berangkat.”
“Ya sudah salam ya buat teman-teman mu.”
“Iya. Kamu hati-hati ya.”

Aku berangkat. Kebetulan tempat makannya tidak jauh dari kantor ku. Tidak sampai sepuluh menit aku sudah tiba di parkiran tempat makan itu. Saat aku berjalan menuju tempat makan ku. Aku terkejut. Ternyata pacar ku sudah ada di situ. Dia senyum meledek. Tapi cantik sekali. dia mengenakan busana yang sangat anggun. Dan farfume yang katanya khusus buat malam ini. Kemudian di susul oleh ikin yang baru datang.

“Selamat ulang tahun sayang.” Kata pacarku.
“Hihi, ya Ampun kamu ternyata ingat.”
“Iya dong. Sengaja aku datang kesini buat surprise hehe.”
“Iya surprise banget.” Aku masih tidak percaya pacarku jauh-jauh datang untuk ku.
“Hihi Seneng banget.”
“Selamat ulang tahun bro.” Ikin menyusul.
“Iya bro, terima kasih banyak ya.”
“Yoih..!”

Tidak lama Irpan dan Ayu, Abay dan Nisa datang. Kemeriahan semakin terasa. Tapi Krisna belum datang karena terjebak macet. Akhirnya Ikin berinisiatif menjemputnya dengan sepeda motor. Sementara yang lain memesan makanan.

Saat makanan hampir siap, Ikin telah kembali bersama Krisna. Ucapan dan do’a kini bertubi-tubi aku dapatkan.
Karena yang datang lebih banyak dari yang aku kira, aku memutuskan untuk pergi sebentar mencari suntikan dana di ATM. Aku berangkat. Tiba di ATM, ternyata sedang dalam perbaikan. Itu adalah ATM satu-satunya yang terdekat. Akhirnya aku kembali ke teman-teman ku dengan tangan kosong.

Saat tiba di tempat makan kembali, saat itulah kejutan besarnya hadir. Di depan pacar ku sudah ada sebuah kue coklat bermahkotakan dua buah lilin berbentuk angka 22. Luar biasa, ini adalah kali pertama aku mendapatkan kue saat aku ulang tahun. Sayangnya aku laki-laki, jadi tidak etis jika aku harus meneteskan air mata. Meskipun hati memang sudah menangis haru.

Peringatan ulang tahun ku pun di mulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Irpan. Untuk selanjutkan aku meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahun ku. Tawa canda mulai mengalir seperti tak terbendung. Malam yang sangat indah. Terasa begitu cepat. Dan semua telah selesai.

Akhirnya pacar ku pamit untuk pulang.
“Aku pulang ya.”
“Iya, terima kasih untuk hari ini. Indah sekali.”
“Iya sama-sama.”
“kamu gak bawa jaket?”
“Nggak. Tadi aku lupa, hehe.”
“Hm, nanti kamu masuk angina. Kamu pakai jaket ku ya?”
“Terus kamu pakai apa nanti?”
“Aku gampang.”
“Makasih ya.”
“Iya, hehe.”

Setelah asyik melanjutkan obrolan ku dengan Abay, Krisna, Irpan dan Ikin serta Ayu dan Nisa, aku juga pamit undur diri. Aku pulang dengan mengenakan jas hujan karena cuaca sangat dingin. Perjalanan menuju rumah terasa lebih lama karena aku berkendara dengan sedikit mengantuk.

Sampai di rumah ternyata ada kejutan yang lebih besar dari pacar ku. Aku mengetuk pintu rumah. Ibu dan adik-adik ku sudah terlelap.
Mendengar aku mengetuk ibu ku bangun dan membukakan aku pintu.
“Tadi Anaya kesini.” Kata Ibu.
“Kesini bu?” Aku terkejut.
“Iya tadi pas Ashar.” Jawab ibu. “Dia juga bawa kue katanya buat kamu, sama satu lagi tuh bingkisan nggak tahu apa isinya.”
“ya, ampun.” Aku masih belum percaya.

Kemudian aku membuka bingkisan itu yang ternyata adalah sebuah hadiah yang sangat aku inginkan sejak dulu. Sungguh kekasih ku luar biasa. Karena terlalu luar biasanya aku tidak akan sanggup melanjutkan cerita ini.

Aku cuma mau bilang, bahwa, cinta membuat dunia ini jauh lebih indah.
Terutama cinta kita kepada Allah, Tuhan Kita.



Yang Terbaik Yang Terbaik Reviewed by Al Muh on 23.46.00 Rating: 5

2 komentar:

  1. Mas, almuh.. Itu Krisna siapa? yang di film2 legenda india ya mas? hahaha

    BalasHapus
  2. Haha... Ente tw? Suka nton ya 😄

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.