I am Cikuray


2012. Adalah awal dimana aku menyukai pendakian. Sempat tidak menduga akan kecanduan saat pertama kali mendaki, seperti apa yang dikatakan para pendaki (anak gunung) bahwasanya pemandangan di ketinggian itu membuat seseorang kecanduan. Sederhananya akan membuat anda ingin mengulanginya lagi, kembali menikmati pemandangan dari ketinggian.

Ini pengalaman pertama ku mendaki gunung secara profesional di daerah Garut, yaitu Gunung Cikurai dengan ketinggian 2821 MDPL.


Sebelumnya aku pernah mendaki Gunung Agung dan Gunung Batur di Bali, tapi tidak secara profesional. Karena saat pendakian itu aku tidak membawa peralatan daki apapun. Hanya membawa pakaian yang dikenakan. Air minum kemasan.

Dan saat di Cikuray ini, perlengkapan benar-benar disiapkan dengan matang.


Memulai pendakian pada pukul 06.00 pagi bersama puluhan pendaki lainnya, setelah diantar oleh mobil pick up sampai Pos Pemancar di lereng Cikuray. Kurang lebih ketingginannya 1400 MDPL. Hampir sama dengan ketinggian Puncak Bogor.


Mendaki akan sangat melelahkan jika tujuannya adalah mencapai puncak. Tapi jika puncak bukan tujuan utama, maka setiap step perjalan mencapai puncak itu akan terasa indah dan nikmat. Karena hakikatnya tujuan mendaki adalah menikmati pemandangan dan pulang ke rumah dengan selamat. Puncak hanya bonus.

Ada banyak filosofi yang bisa kita ambil dari pendakian itu. Kalau cita-cita adalah puncak kehidupan, maka bukan menggapai cita-cita yang jadi tujuan utama hidup kita, tapi menikmati setiap langkah kehidupan, berjalan langkah-demi langkah. Perlahan tapi pasti akan menghantarkan kita kepada cita-cita. Jika cita-cita kita tak tercapai, kita akan tetap bahagia, toh tujuan kita bukan mencapai cita-cita, menikmati setiap langkah itulah arti kehidupan sesungguhnya. Pencapaian cita-cita hanya bonus dari kenikmatan hidup kita.



Pukul 02.00 siang, kami sampai di Puncak bayangan. Langsung mendirikan tenda dan menyiapkan penghangat tubuh pengisi perut.

Sampai malam tiba, masaknya agak lama karena alat memasak yang tidak seperti di dapur. Kami makan malam. Kemudian tidur. Suhu dingin mulai merasuk bersama dengan kabut tebal yang mengisi ruang di puncak bayangan.

Hampir tengah malam kami terbangun lantaran serangan dari babi hutan. Seketika suasana hening jadi riuh dengan teriakan "babi, babi, babi..." dari para pekemah lainya. Aku terbangun, tersadar bahwa babi itu tepat di samping tenda ku. hanya terhalang kain tenda. Sempat panik dan langsung mengambil pisau yang ada di kantong keril, mememukul-mukul bekas botol minuman kemasan seperti perkusi. Tapi ternyata itu percuma, babi tak kunjung pergi. Sampai akhirnya terlintas di pikiran bahwa babi dan hewan lainnya di hutan tidak menyukai bau menyengat.

Langsung saja menginisiasi teman-teman dalam tenda untuk mengumpulkan minyak wangi yang mereka bawa. Kemudian menyemprotkannya ke sekeliling tenda. Dan Alhamdulillah "it's work". Babi-babi itu satu persatu pergi kembali keperaduannya. Tidur pun dilanjutkan kembali.

Pagi tiba, pukul 05.00 pagi, kami berjalan menuju puncak Cikuray. Hanya 15 menit perjalanan, kami sampai di puncak.


Terlihat ditengah kabut pucuk Gunung Papandayan dan Guntur. Kabut mulai memudar bersama dengan munculnya sang surya.


Ini dia sunrisenya Negeri di atas awan.



Indah nian negeri tercinta karya Agung Allah SWT.
Teman-teman para pecinta ketinggian, jangan lupa utamakan keselamatan ya.
Dan yang krusial lainnya adalah jagalah kebersihan dan kelestarian alam. Agar anak cucu cicit kita bisa menikmati keindahan yang sama dengan apa yang kita rasakan saat ini.


-Al Muh-




I am Cikuray I am Cikuray Reviewed by Al Muh on 10.43.00 Rating: 5

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.