Tentang Ciseeng


Ciseeng adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor - Jawa Barat. Sebuah nama yang unik, yang entah kenapa bisa diberi nama itu. Hampir serupa dengan nama-nama wilayah di Jawa Barat lainnya, menggunakan kata Ci yang berasal dari kata Cai berarti air, dan Seeng adalah sebuah alat memasak yang terbuat dari kuningan. Sekarang sih sudah mulai langka. Gambarnya ada di samping.

Ciseeng terdiri dari beberapa Desa yaitu Desa Ciseeng, Putat Nutug, Cibeuteung Muara, Cibeuteung Udik, Karihkil, Parigi Mekar, Babakan, Cihoe, Kuripan, Cibentang. Dulu Ciseeng adalah bagian dari kecamatan Parung. Tapi karena Kecamatan Parung dianggap terlalu luas hingga sulit melakukan pemerataan disegala aspek, lalu dibuatlah Kecamataan Ciseeng. Namun hingga artikel ini diposting (2016) Kecamatan Ciseeng masih belum memiliki Polisi Sektor sendiri, masih bergabung dengan PolSek Parung.

Bogor yang terkenal kawasan berudara dingin seperti di Puncak. Cisarua, Ciawi dan sekitarnya, ternyata tidak berlaku untuk daerah Ciseeng. Itu karena Ciseeng tidak termasuk dataran tinggi juga komposisi tanah di kawasan Ciseeng adalah bebatuan, karang serta kapur. Sehingga suhu udara di Ciseeng agak panas. Tapi tidak sepanas Jakarta tentunya HeHe.. Untuk curah hujan, sama persis dengan induknya Kabupaten Bogor yang dijuluki "Kota Hujan".

Nah Kecamatan Ciseeng yang di warnai garis merah di peta.











Saat mendengar nama daerah Ciseeng mungkin sebagian besar orang akan ingatnya sama pemandian air panas Gunung Kapur. Terutama mereka yang lahir tahun 70-an. Karena memang pemandian sekaligus objek wisata itu sudah ada sejak jaman baheula.

Sewaktu jaman Elvi Sukaesih masih muda, dia sering mandi disana. Itu kata Bapak saya, karena saat itu tentunya saya belum lahir :D
Lebih jauh dari itu, bapak Presiden Soekarno juga pernah mandi disini, yang ini kata Kakek saya. Lebih jauh lagi, ini adalah tempat pemandian para putri kerajaan Padjajaran. Itu katanya :)

Ini dia gambar Gunung Kapur saya ambil dari Google

Ciseeng jaman dulu sering dijadikan lokasi shooting diantaranya adalah film Dono-Kasino-Indro, Angling Darma, Tutur Tinular, Jaka Sembung, Mak Lampir, Roma Irama, Unjuk Gigi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Lagi-lagi saya belum lahir saat itu. Jadi saya tidak bisa menampilkan foto selfie saya saat itu Hehe...





Tidak hanya Gunung Kapur ini yang ada di Ciseeng. Masih banyak spot menarik lainnya. Ciseeng yang dilintasi sungai Cisadane tumbuh menjadi kawasan yang subur. Saat ini, ada sebuah lokasi outbond di Ciseeng. Lokasinya di dekat sungai Cisadane. Namanya Pelita Desa. Outbond ini hampir tidak pernah sepi pengunjung. Mulai dari rombongan anak-anak TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan sebagainya.

Ini beberapa penampakan Ciseeng, tepatnya di Desa Putat nutug







Yang di atas ini bukan kebun teh Puncak lhoo... Tapi ini kebun singkong di daerah Gerendong. Awalnya Gerendong adalah kebun karet jaman belanda dengan luas ratusan hektar. Tapi karena ada invasi bisnis, katanya mau dijadikan perumahan, makanya kebun karetnya digunduli. Sebelum dijadikan perumahan, sama warga ditanami singkong dulu.
Padahal waktu saya kecil, itu hutan tempat saya berpetualang, nyari burung kutilang dan binatang lainnya. Kini jadi lahan kosong, menyedihkan sekali. Apa lagi nanti kalau sudah jadi perumahan atau pasar. Rusaklah sudah alam Ciseeng.

Indahnya pagi di Ciseeng.






Sore di Ciseeng. Gunung yang di depan itu adalah Gunung Salak.



Sunsetnya Ciseeng :)




Indah kan Ciseeng?
Itu belum seberapa. Masih banyak lagi hal sederhana yang terasa indah di Ciseeng. Nanti akan saya tulis di postingan selanjutnya.
Ciseeng juga punya budaya yang unik, serta mitos dan legenda yang berkembang di masyarakat. Mulai dari legenda anjing Sirambut yang menyeramkan, Gua Babi, Ki Rasim buaya putih penjaga Cisadane, Cibentang yang katanya ada sumur dari bintang jatuh, dan banyak lagi.

-Al Muh-
Tentang Ciseeng Tentang Ciseeng Reviewed by Al Muh on 10.30.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.