#23

Padang, 28 Mei 2016. Di sebuah seminar Panggung Inspirasi, seorang motivator berkata:
"Bukan sukses yang membuat kita bahagia,
Tapi bahagia yang membuat kita sukses."

Dari situ saya tersadar saya sudah salah. Selama ini saya berburu kesuksesan "mati-matian", kerja tak mengenal waktu hingga mengabaikan kesehatan bahkan kebahagian. Berharap saya bisa segera sukses lalu bahagia setelahnya. Bisa membahagiakan ayah dan ibu serta adik-adik.

Tapi apa yang terjadi, sukses belum diraih, bahagia pun tak dirasa, tanggal 9 mei 2016 Ayah saya dipanggil Sang Maha Kuasa kembali ke Alam keabadian. Saya terpukul sekali dengan kejadian itu, meratapi kekecewaan terhadap diri saya sendiri karena saya belum sukses dan belum bisa membahagiakan beliau.
Saya hanya bisa berkata;
"Ya Allah kenapa engkau panggil Ayah begitu cepat. Saya bahkan belum sukses dan membahagiakan beliau."

Sekarang ayah saya sudah tidak ada. Dan tidak akan kembali. Saya menangis ketika sang motivator membakar kata-kata dengan iringan instrumen lagu "Bunda" Melly Goeslaw.
Saya salah, terlalu terpaku pada tujuan. Kesuksesan yang di benak saya identik dengan banyak uang, rumah megah dan mobil mewah. Saya berasumsi bahwa dengan semua itu saya bisa bahagia. Padahal sukses bukan soal materi, tapi lebih ke hati. Makna kesuksesan yang sesungguhnya adalah kita menikmati setiap proses menuju kesuksesan itu, bahagia menjalani setiap langkah kehidupan, bersyukur dalam semua hal yang ditemui. Itulah yang akan menuntun kita pada kesuksesan dan karena sukses hanyalah bonus dari Allah SWT.

Jangan sampai kita mati dalam keadaan tidak bahagia karena menunggu bahagia setelah sukses nanti.

-Al Muh-
#23 #23 Reviewed by Al Muh on 11.01.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.