Little Pen [Part 1] Surat dari Negeri Antah-berantah

Hallo temanku, Khowariz Alpen.
Maaf baru membalas suratmu. Aku sudah tiba di dunia ku lagi. Sudah berapa tahun terhitung waktu di duniamu sejak aku kembali? Mungkin sekitar 27 tahun ya. Coba ku tebak, usiamu sekarang 37 tahun? Ah, Pasti kau sudah tua sekarang Pen.
Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk datang ke duniamu dan mengenal manusia lainnya selain kau. Mengesankan sekali disana.

Sumber: wordpress id
Dulu, saat kau ke duniaku Writania, kau berkata bahwa duniaku itu adalah tempat yang sangat luar biasa, sangat indah, dimana segala sesuatu yang kita inginkan tinggal kita tulis saja, lalu semuanya terwujud. Mungkin itu sangat luar biasa. Tapi bagiku, semua itu jadi terasa biasa. Tak ada tantangan di dalamnya. Hingga aku berkunjung ke dunia manusia mu, aku berani berkata bahwa duniamu justeru lebih menarik daripada Writania. Kau tahu, di dunia mu, untuk mendapatkan sesuatu, kita harus berusaha keras dahulu. Itu terasa sangat nikmat menurutku.

Hal yang aku pelajari saat jadi manusia adalah ketika mereka tidak belum bisa, lalu mereka belajar, kemudian mereka bisa. Itu luar biasa Pen, kau harus bangga duniamu punya fase seperti itu. Ayahku, Manusecrephia bermaksud menerapkan hal itu juga di Writania.

Kabar baik yang ingin ku sampaikan adalah akan dibuka Pondok Menulis di Writania untuk anak-anak manusia yang terpilih. Kami berharap, anak-anak manusia jadi gemar menulis sebagai warisan terbaiknya. Semua ini berkat bantuanmu Pen, kau telah menjalin hubungan diantara manusia dan warga Writania.

Aku juga mengirimkan sebuah pena untuk mu. Pena itu akan membawamu kembali ke Writania jika kau menginginkannya. Pena itu adalah milik ayahku, pena terbaik di Writania. Jagalah dengan baik sebagai sebuah hadiah pertemanan. Tenang saja, aku tidak mengambilnya secara diam-diam dari ayah. Ayah yang memberikannya di ulang tahunku yang ke 579 tahun.

Oh iya Pen, Kau sudah memiliki putera di sana? Dia laki-laki atau perempuan?
Apa dia lucu? Mungkin aku akan memanggilnya dengan nama "Little Pen". Pasti dia akan jadi orang hebat seperti ayahnya. Kau harus mengajaknya berkunjung ke Writania. Ayahku pasti akan sangat senang. 

Aku tunggu kedatanganmu kembali di Writania.

Tertanda, Noupels.
Writareadania.

Little Pen [Part 1] Surat dari Negeri Antah-berantah Little Pen [Part 1] Surat dari Negeri Antah-berantah Reviewed by Al Muh on 10.42.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.