Daka (Terusan ke 1)

Daka melayangkan pandangan ke segala arah. Serius, ini aneh sekali. Dia menampar pipinya sendiri. Untuk memastikan semua ini cuma mimpi. Karena Daka sendiri tak yakin ini dunia nyata. Pasti ini hanya mimpi. Pikirnya berulang-ulang. 
Aww...!!! Kok sakit...

Dirinya yang lain menertawakan ketika Daka merasa sakit setelah telapak tangannya mendarat di pipi. Ada bekas tamparan itu, sedikit memerah membentuk duplikat talapak tangannya di pipi. Dirinya yang lain itu, orang sering menyebutnya: hati kecil. Dia percaya bahwa ini dunia nyata. Kadang hati kecil memang lebih cepat mempercayai hal-hal di luar logika.

"Sekarang mimpi sudah canggih. Bisa mentransfer rasa sakit jadi seperti nyata." Gerutunya sambil mengelus pipi.

http://www.almuh.com/search/label/daka
 
Matanya menilik ke atas. Langitnya kok begitu?
Bukan biru dengan hiasan awan seperti biasanya. Tapi langitnya seperti dataran bumi yang terbalik. Di sebagian lain, langitnya memang ada yang berwarna biru layaknya langit biasa. Secara keseluruhan langitnya seperti sebuah kaca yang memantulkan pandangan yang ada di bumi.

Tak ada rumah lain kecuali rumah Daka di sini. Sejauh mata memandang hanya pemandangan yang aneh, membuat Daka semakin yakin bahwa dia sedang bermimpi. Kawanan burung melintas di atasnya. Keanehan apa lagi ini? Daka bertanya pada dirinya sendiri. Dia melihat burung itu paruhnya berbentuk pensil dan pulpen. Sayapnya itu seperti burung origami. Sayap burung kertas.
Daka (Terusan ke 1) Daka (Terusan ke 1) Reviewed by Al Muh on 17.23.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.