Untuk Kita Indonesia

Pekerja renovasi stadion. Dok. Akurat.co


Aku melihatnya.
Jadi, siapa orang-orang itu?
Orang-orang yang bekerja keras seharian, bahkan ada yang bergadang hingga larut malam. Tak sedikit dari mereka harus rela jauh dengan keluarga untuk memperbaiki stadion, membenahi kursi-kursi, mengobrak-abrik yang rusak lalu mereka betulkan. Bergelantungan mempertaruhkan nyawa pada tali demi jaminan atap-atap stadion tak akan roboh. Kursi-kursi ditata, dicat, sampai nyaman untuk diduduki. Mereka yang membersihkan toilet-toilet bau yang dipakai oleh ribuan orang saat ada pertandingan. Menanami rumput setiap jengkal bahkan ke sela-sela ujung lapangan. Memeriksa apakah si rumput tumbuh dengan sempurna.

Belum lagi dengan mereka yang membangun gelanggang olahraga lain. Voli pantai misalnya. Apik betul mereka memilih pasir-pasir supaya kalian tidak sakit saat menginjaknya dan berguling-guling di sana.

Mereka yang membangun kolam renang untuk kalian memacu kehebatan renang? Ah... bayangkan, bagaimana mereka bisa mengawasi air-air agar kalian tidak gatal-gatal nanti saat berenang. Atau tidak beracun saat kalian tak sengaja meminumnya.

Bulu tangkis, berapa banyak ucapan maaf mereka utarakan kepada angsa yang kehilangan bulu-bulunya? Ah...

Rupanya tak hanya itu, jalan-jalan yang akan kalian lewati pun sudah dipersiapkan, jalan layang yang beberapa waktu lalu belum ada, sekarang sudah ada. Aku melihatnya, setiap hari, setiap malam, percikan-percikan api dari alat las mereka yang indah. Suara-suara benturan, dentuman, dentingan, kentringan, letupan menghiasi ajang "bertanding" mereka di proyek.


Bagaimana dengan mereka yang berada di atas, yang duduk di kursi-kursi panas kekuasaan, rupanya mereka mencurahkan sedalam-dalamnya pikiran agar acara ini berjalan dengan baik. Mereka mengatur segala pengeluaran agar cukup, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.


Dan mereka, yang jumlahnya ribuan dengan seragam perkasa, mereka telah siap menjaga kalian agar aman saat kalian bertanding.

Banyak sekali, kurasa setiap hal yang kalian lihat dihadapan kalian, adalah sebuah hasil dari kerja keras mereka-mereka.

Ya... mereka itu...
Semuanya, bahkan tidak ada satu orang pun yang akan kenal dengan mereka nanti. Setelah semua usaha yang mereka kerjakan. Nama-nama mereka tidak akan terpampang pada papan juara bahkan jika hasil kerja keras mereka membuat orang nyaman bahkan terpukau.

Saat nanti acara besar itu dimulai, mereka mungkin tidak akan diperbolehkan masuk ke tempat yang mereka bangun dengan cucuran keringat siang - malam itu. Kecuali mereka tetap membayar tiket untuk menyaksikan kalian bertanding.

Saat stadion telah selesai, saat semua fasilitas olahraga siap kalian pakai, saat semua telah siap, saat tulisan ini berakhir, estapet perjuangan kami serahkan kepada kalian para atlet. Berjuanglah sebagaimana kami telah berjuang. Untuk selanjutnya, kami akan menyorak-soraikan kalian di depan layar kaca. Dan sebagian akan mendampingi kalian di kursi penonton.

Kalian atlet
Aku hanya penulis,
dan mereka hanya kuli.
Tapi rupanya tujuan kita itu sama,
Kalian bertanding membela bangsa ini agar menjadi juara,
mereka berjuang agar kalian bisa bertanding.
Dan aku, dengan tulisanku, mengabarkan bahwa kita semua ternyata telah bekerja sama sejauh ini.
Sehebat ini.
Lalu aku akan menyebut kalian, aku, mereka dan semua adalah kita, Indonesia.


#DukungBersama #BelaIndonesia #EnergiAsia



Untuk Kita Indonesia Untuk Kita Indonesia Reviewed by Al Muh on 17.18.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.