Astray Begining



Dinda hampir saja tertawa terbahak mendengar pengakuan Jagad. Kalau saja itu terjadi, pasti semua orang di kafe akan menoleh ke arahnya. Tapi Jagad sendiri tidak bergeming dan menatap Dinda dalam-dalam. Sebagai bentuk bahwa dia benar-benar tidak sedang bercanda.

“Tunggu, tunggu,” Dinda menenggak es limunnya, “kau baru saja kembali dari alam baka?”
“Ya.” Jawab Jagad singkat.

“Habis ngapain kamu ke alam baka?” Tanya Dinda serius, tapi di kedalaman matanya, Jagad bisa merasakan bahwa Dinda masih belum terlalu serius.

“Aku mati, Dinda.”

“Mati?”

“Iya, aku pernah mati. Lalu aku kembali dari alam baka dan membuat perjanjian baru dengan Tuhan.”

“Hm, kau membawa-bawa Tuhan. Baiklah, kalau kita sederhanakan saja, teman, kau mengalami mati suri?”

“Tidak tepat jika dikatakan mati suri.” Jawab Jagad. “Mati suri biasanya hanya terjadi beberapa jam saja pada manusia. Saat ruh manusia benar-benar telah meninggalkan jasadnya. Tapi satu lain hal, ruh itu kembali ke jasadnya. Walaupun ada kasus mati suri sampai tiga hari.”

“Sebaiknya aku memesan tambahan limun dulu, ini semakin berat.”
Dinda memanggil seorang pelayan kafe. Pelayan itu menghampirinya, dan Dinda meminta tambahan limunnya, tapi kali ini tidak pakai es. Lalu pelayan itu meminta izin untuk mengambil gelas limun yang sudah kosong.
“Kau mau tambah kopinya juga, Gad?” Tanya Dinda.
“Tidak, terima kasih.”

“Jadi apa kalau bukan mati suri?”
“Aku ini hidup pada tahun tahun 80’an Dinda. Pada tahun 2000-an, aku mati. Dan aku baru saja kembali dari alam baka satu bulan lalu. Aku sebetulnya tidak ingin menceritakan ini kepada siapapun, apa lagi kepada wanita yang baru aku kenal, tapi nyatanya aku harus, karena aku punya misi untuk umat manusia.”

“Hm, kau punya KTP?” Tanya Dinda.
“Tidak ada, mungkin orang sudah menguburkannya bersama jasadku dulu.”
“Hm, kau punya keluarga?”
“Aku sebatangkara sejak aku lulus SMP. Kalau menghitung umurku sejak pertama kali dilahirkan, sekarang sudah 38 tahun, tapi jika dipotong dengan lama kematianku, sekarang aku 27 tahun.”

“Kamu mati selama 10 tahun?” Tanya Dinda.
“Ya.” Kata Jagad, dan sekarang di matanya mulai menitikan air mata. “Dan aku sudah di alam baka. 10 tahun waktu dunia, di alam baka hanya baru beberapa jam saja. Satu hari waktu di alam baka adalah 40 tahun di dunia.”

“Hm, jujur,” kata Dinda sembari mengangkat gelas limunnya, “aku tidak percaya dengan semua yang kamu katakan, tapi kalau kau mau menceritakan dari awal, aku akan mendengarkannya. Dan mungkin saja aku akan percaya nanti.”

“Baiklah,” kata Jagad, “semua berawal pada tahun 2001, saat tanganku tersayat pisau lipat di diskotik…”

Bersambung...

Astray Begining Astray Begining Reviewed by Al Muh on 21.58.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.