Bertetangga dengan Samudra Hindia


Apa yang lu lihat itu bukan visual game bernama Class of Clans (COC), tapi itu foto yang gue ambil pake kamera Drone di sebuah dusun di kepulauan Mentawai. Dusun ini bernama Tubeket.

Kepulauan Mentawai sendiri adalah sebuah kabupaten yang berada di Sumatera Barat. Dinamai kepulauan karena kabupaten ini memiliki 4 buah pulau utama yang berpenghuni; Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Ini gambar kalau gue pake google earth...


Jadi ceritanya, gue dapat tugas kantor untuk bikin video di daerah sana. Luar biasa, ini kesekian kalinya gue dapat tugas ke daerah pelosok. Sebuah kebahagiaan tersendiri tentunya.
Gue berangkat dari Jakarta naik pesawat ke Padang. Dari Padang lanjut perjalan ke Pelabuhan Bungus dengan sebuah mobil rental, gak lama cuma sekitar satu setengah jam saja. Mungkin karena di sana itu gak macet kayak di Jakarta ya, HeHe...

Dari pelabuhan itu lanjut naik kapal Ferry. Ini yang gue rada mabok nih. Perjalanan dengan kapal Ferry ke Mentawai itu sekitar 14 jam. Dan asal kalian tahu aja, ombak Selat Mentawai itu ganas banget. Kapal jadi berasa goyang-goyang kayak duo serigala. Gue itu phobia ketinggian, jadi gue selalu takut kalau naik pesawat. Tapi untuk kali ini gue ngerasa naik pesawat lebih better dari pada harus terombang ambing di laut. Sayangnya, gak ada jalan lain ke Mentawai kecuali kapal ini.


Kapal berangkat dari Pelabuhan Bungus jam 6 sore, katanya biar gak terlalu panas di lautnya. Ya, bagus lah, jadi setelah beberapa saat perjalanan, abis isya, gue langsung minum Antimo dan tertidur. Meskipun gak pulas-pulas amat, beberapa kali gue bangun dan ngelihat ke jendela. Di luar gelap gulita, cuma terdengar deburan keras ombak yang dihantam kapal gue. Jujur gue jadi inget film Life of Phi. Jadi kepikiran kalau kapal gue tenggelam gimana.

Jam 7 pagi, gue akhirnya berlabuh di pelabuhan Sikakap, udah disambut sama abang-abang ojek, ojek offline tentu saja, soalnya jangan harap di Mentawai ini kita bisa dapat sinyal internet, sinyal seluler aja gue harus nyari ke bukit dulu. Itu juga cuma dapat sinyal satu bar, ilang-muncul-ilang-muncul.

Perjalanan naik ojek ke sebuah dermaga kecil. Banyak perahu, sampan bersandar di dermaga. Adumak gue baru aja turun dari kapal Ferry sekarang lanjut ke dusun Tubeket naik perahu kecil yang lebarnya gak lebih lebar dari badan gue HaHa...

Naik kapal besar aja ombaknya bikin kapal goyang dumang, apa lagi naik perahu / sampan. Ini gambar yang sempat terekam kamera GoPro gue.


Satu setengah jam perjalan yang luar biasa, akhirnya gue tiba di dusun Tubeket dan di sambut sama kepala Dusun. Dari Jakarta gue bertiga; gue, bang Dimas sama bang Andhika.


Bersambung yak...
Bertetangga dengan Samudra Hindia Bertetangga dengan Samudra Hindia Reviewed by Al Muh on 18.53.00 Rating: 5

1 komentar:

  1. ini yang dinanti-nanti pemirsa, jejak rekam perjalanan Al Muh.. semoga menginspirasi!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.